Semuanya berawal dari kisah lama sekitar 5 tahun lalu. Singkatnya, saya punya teman dekat lelaki dan teman dekat lelaki saya ini meninggalkan saya demi perempuan lain (yang kebetulan saya dan perempuan ini saling kenal). Dan dia sangat sangat tau bahwa lelaki ini adalah teman dekat saya.
Pada situasi normal seharusnya saya menjadi pihak yang dirugikan dan cukup masuk akal untuk berkonfrontasi dengan perempuan ini, karena jelas-jelas dia yang masuk ke hubungan antara saya dan teman lelaki saya. Tapi anehnya yang terjadi justru sebaliknya. Perempuan ini sering meneror saya dengan sms-sms yang berisi kata-kata yang tidak pantas (buat informasi, pada waktu itu perempuan ini seorang sarjana kedokteran), mengejek dan menghina saya dan yang lebih memalukan lagi dia dengan sengaja menggunakan handphone teman lelaki saya ini dan mengirimkan sms2 teror, seolah-olah yang mengirimkan adalah teman lelaki saya ini. Sungguh kotor otak siperempuan gila ini.
Dan yang lebih ga masuk akal, si perempuan ini mengirimkan sms-sms yang isinya seakan-akan sayalah orang ketiga dan menyuruh saya untuk menjauhi teman lelaki saya. Sungguh aneh cara berpikir si perempuan ini, gila! Pasti sudah rusak otaknya, mentalnya.
Pada kenyataannya, justru teman lelaki saya ini yang sering menghubungi saya, mencoba berbaikan kembali dengan saya. Pada awalnya memang saya terbuai, rasa ingin kembali dekat dengannya sangat besar. Tapi mengingat perlakuan-perlakuan kasar serta kebohongan dia terhadap saya sebelumnya, saya menjadi bimbang. Hingga pada akhirnya teman lelaki saya ini menghilang bagai ditelan bumi. Begitu juga dengan perempuan gila ini, tidak pernah meneror saya dengan sms-smsnya.
Saya pikir setelah ini hidup saya akan nyaman. Ternyata tidak. Ternyata terror itu masih ada tapi ada didiri saya sendiri. Ya, saya sangat terluka dengan perlakukan mereka dan luka itu terlanjur menjadi dendam yang sampai sekarang tidak bisa hilang. Untungnya saya sedikit pelupa, jadi kadang saya tidak terlalu mengingat kesakitan yang saya rasakan akibat perlakuan mereka. Tapi begitu ingatan itu muncul kembali, hati saya menjadi tidak tenang lagi. Ingin sekali saya mencari perempuan ini, menjambak rambutnya, menampar mulutnya dan menyumpalnya dengan cabe supaya dia mampus (tenang ly, sabar..).
Sebenarnya saya ingin sekali memaafkan perempuan ini. Karena perasaan dendam ini membuat hidup saya tidak damai. Tapi kenapa rasanya sulit sekali. Pengen ikhlas dengan semua kejadian-kejadian tidak enak dimasa lalu. Bagaimana caranya yah??
2 comments:
kadang memang ada orang yang kita nggak suka. mungkin tidak usah terlalu membenci ya karena energinya negatif. halah.
ahh desi, kamu baca postingan yang ini juga. jadi malu deh aku. nah itu dia, gmn caranya biar ga benci dan dendam. padahal aku ini penyayang, penyabar dan pemaaf loh :P
Post a Comment