
wah!! sepertinya sudah lama sekali tidak menyentuh blog percobaanku, ini juga ga bakal nyentuh kalo seorang teman tidak menyuruhku mengajarinya ngeblog (yang aku sendiri juga belom ahli dalam hal beginian). anyway, sekarang hidup seorang bonbon sudah sedikit berubah. sudah tidak hidup nyaman dan tentram dijogja, melainkan hijrah keibukota yang katanya kota seribu mimpi. yah demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah, terpaksa degh mengorban kesenangan, hura-hura dan "hidup hanya untuk hari ini".
semuanya berawal dari tawaran seorang teman untuk menggantikan posisinya disalah satu majalah seni. tawarannya cukup menggiurkan mengingat nominal gaji yang dijanjikan, sempat berat hati juga untuk segera menerima tawaran itu karena aku lagi menikmati hidup yang sangat kuidam2kan selama ini, bersenang-senang tiap hari, bekerja sebagai freelance -residency artist assistant- yang walau penghasilan yang didapat tidak seberapa tapi aku cukup senang menjalaninya. tapi yah tetap, dengan kondisi seperti itu, orangtua dirumah tidak pernah setuju aku hanya menjadi seorang "pembantu' seniman. apalagi ketika ortu tau mengenai tawaran kerja dimajalah, langsung saja mereka memberi restu, aku bahkan seperti 'terusir' dari rumah ortu sendiri. masih teringat jelas, salah seorang sahabat menangisi kepergianku ke jakarta. sungguh, rasanya persahabatan begitu berharga!!
dan yah, inilah aku hidup dijakarta, 4 bulan 10 hari menjadi bagian dari ibukota yang menurutku kurang bersahabat. banyak hal yang sangat sangat kontras dengan kehidupan yang kulalui dijogja. aku sempat stres dengan jalanan, stres dengan makanan, stres dengan gaya dan pola hidup warga jakarta, tapi aku harus survive. apalagi ini kali pertama aku hidup terpisah dari orangtua, harus ngekos, kalo laper dan haus harus beli makan sendiri tidak seperti dulu yang hanya tinggal buka tudung saji meja makan, mengisi perabotan kos dengan uang sendiri. semua serba sendiri!
ahh, aku sangat rindu jogja saat ini..