Wah, saya ternyata sedang semangat sekali untuk mengisi blog saya ini. Supaya terlihat lebih ramai saya harus sering-sering posting. Cuman susahnya kalo lagi pikiran buntu. Sebenarnya ada banyak sekali ide cerita yang muncul dan ingin saya posting di blog ini, tapi biasanya ide-ide itu muncul ketika saya mau tidur, atau lagi dijalan atau bahkan ketika lagi pup :P. Mengingat kelemahan saya yang agak pelupa, biasanya ketika saya mengakhiri kegiatan-kegiatan tsb (tidur, lagi dijalan, ato lg pup) maka hilang juga ide-ide tersebut. Bagaikan menguap tiba-tiba.
Tapi sekarang saya sedang punya satu cerita yang ingin saya tulis. Cerita dimasa kanak-kanak saya.
Dulu waktu kecil saya terkenal nakal/mbeling, susah dibilangin dan kadang terlalu kreatif (kalo ga bisa dibilang cerdas :P).
Saya masih ingat, ketika saya masih umur sekitar 5 atau 6 tahun, Bapak saya pulang kerumah dengan membawa kotak ajaib seukuran dada orang dewasa. Kenapa saya bilang kotak ajaib, karena ketika kotak dibuka akan terasa ada hawa dingin keluar dari dalamnya. Selain itu, mirip seperti rumah, didalam kotak ajaib ini juga ada lampu kecil yang akan menyala ketika kotak ajaib ini dibuka, tepat dibawah lampu ada tatakan terbuat dari plastik sehingga membentuk suatu ruangan terbuka dibawah lampu tsb (besarnya cukup untuk menampung 1 lunch box anak TK). Dan satu yang paling menjadi favorit saya dari kota ajaib ini, tepat disebelah lampu ada ruangan kecil dengan pintu transparan yang kalau kita letakkan air didalamnya bisa berubah menjadi es (yah udah ly, susah amat sih bilang kulkas ini heheeh). Dan saya selalu beranggapan bahwa lampu inilah yang mengubah air menjadi es (heheeheh)
Setelah kedatangan kotak ajaib ini yang namanya kata Bapak Ibu saya adalah kulkas, benda ini menjadi benda favorit saya waktu itu. Sedikit-sedikit saya akan selalu mampir ke dapur untuk sekedar mengecek keadaannya (yang selalu baik-baik saja tentunya). Saya akan selalu menjerit kegirangan ketika saya membuka pintu kotak ajaib dan menemukan ada cahaya didalam kotak ini begitu juga ketika saya akan menutup kotak ini dengan perlahan, maka takjub jua saya pada waktu cahaya tsb menghilang. Sungguh ajaib heheeheh
Hingga suatu ketika, komplek tempat saya tinggal mengalami mati listrik. Curiga dengan kondisi rumah yang gelap saya langsung mengecek kondisi kotak ajaib saya. Dan saya cukup terkejut karena mendapati tidak ada cahaya yang keluar dari kotak ajaib ini (yah tentu saja, wong mati listrik :P). Terus saya tanya kepada Ibu saya, kenapa dari kulkas tidak keluar cahaya lagi. Ibu saya cuman menjawab kalau listrik mati. Hanya itu saja, tanpa penjelasan lainnya.
Hari semakin gelap dan tentu saja tanpa penerangan karena saat itu listrik mati. Supaya tidak terlalu gelap Ibu saya menyalakan lampu minyak dan beberapa lilin yang ditaruh ditempat-tempat yang aman tentunya untuk mencegah tidak terjadinya kebakaran.
Tanpa sepengetahuan Ibu saya, akal saya yang masih kecil dan polos mengambil satu lilin yang belum dihidupkan dan menghidupkan lilin tersebut dengan cara mengambil nyala api dari lilin yang sudah menyala. Dan kemudian saya memasukkan lilin tersebuut kedalam kotak ajaib saya, menempatkannya persis ditatakan dibawah lampu yang mati. Saya tersenyum puas, kotak ajaib saya mengeluarkan cahayanya lagi.
Dengan perasaan bangga, saya menghampiri Ibu saya dan menyampaikan kalo kulkas udah nyala. Ibu saya jelas bertanya-tanya, karena keadaan masih gelap pertanda listrik belum hidup. Ibu saya tidak percaya dan mengatakan bahwa itu tidak mungkin karena listrik masih mati. Akhirnya saya menarik Ibu saya kedapur menuju kotak ajaib saya dan sesampaikan dsana saya katakan "tuhkan, udh nyala, udah terang skrg" sambil senyum senang. Reaksi Ibu saya ternyata tidak sama dengan saya. Saya masih ingat benar, Ibu saya terpekik kaget dan teriak tanda marah. Karena sebagian atas kulkas meleleh karena terbakar lilin (mengingat bagian dalam kulkas sebagian besar terbuat dari plastik). Ibu saya cepat2 meniup lilin untuk mencegah lelehan melebar. Saya hampir menimbulkan kebakaran dirumah saya sndiri.
Bukannya menerima pujian, malam itu saya dimarahin habis-habisan oleh Ibu saya karena merusak kulkas yang kalo tidak diketahui segera bisa menimbulkan kebakaran. Saya hanya bisa menangis dikamar karena dimarahi. Keesokan hari, ketika bangun pagi saya mengecek kembali kotak ajaib saya dengan perasaan tidak menentu, ternyata cahaya nya sudah muncul kembali, namun sayang didekat posisi lampu meninggalkan bekas terbakar berupa plastik meleleh dan berwarna gosong. Ah tapi gapapa, yang penting kotak ajaib saya masih ajaib :)
Saturday, January 7, 2012
dendam?
Berat juga yah judul postingan saya kali ini. Padahal baru menginjak hari ke tujuh di tahun 2012 tapi sudah ada kata dendam dalam kamus saya.
Semuanya berawal dari kisah lama sekitar 5 tahun lalu. Singkatnya, saya punya teman dekat lelaki dan teman dekat lelaki saya ini meninggalkan saya demi perempuan lain (yang kebetulan saya dan perempuan ini saling kenal). Dan dia sangat sangat tau bahwa lelaki ini adalah teman dekat saya.
Pada situasi normal seharusnya saya menjadi pihak yang dirugikan dan cukup masuk akal untuk berkonfrontasi dengan perempuan ini, karena jelas-jelas dia yang masuk ke hubungan antara saya dan teman lelaki saya. Tapi anehnya yang terjadi justru sebaliknya. Perempuan ini sering meneror saya dengan sms-sms yang berisi kata-kata yang tidak pantas (buat informasi, pada waktu itu perempuan ini seorang sarjana kedokteran), mengejek dan menghina saya dan yang lebih memalukan lagi dia dengan sengaja menggunakan handphone teman lelaki saya ini dan mengirimkan sms2 teror, seolah-olah yang mengirimkan adalah teman lelaki saya ini. Sungguh kotor otak siperempuan gila ini.
Dan yang lebih ga masuk akal, si perempuan ini mengirimkan sms-sms yang isinya seakan-akan sayalah orang ketiga dan menyuruh saya untuk menjauhi teman lelaki saya. Sungguh aneh cara berpikir si perempuan ini, gila! Pasti sudah rusak otaknya, mentalnya.
Pada kenyataannya, justru teman lelaki saya ini yang sering menghubungi saya, mencoba berbaikan kembali dengan saya. Pada awalnya memang saya terbuai, rasa ingin kembali dekat dengannya sangat besar. Tapi mengingat perlakuan-perlakuan kasar serta kebohongan dia terhadap saya sebelumnya, saya menjadi bimbang. Hingga pada akhirnya teman lelaki saya ini menghilang bagai ditelan bumi. Begitu juga dengan perempuan gila ini, tidak pernah meneror saya dengan sms-smsnya.
Saya pikir setelah ini hidup saya akan nyaman. Ternyata tidak. Ternyata terror itu masih ada tapi ada didiri saya sendiri. Ya, saya sangat terluka dengan perlakukan mereka dan luka itu terlanjur menjadi dendam yang sampai sekarang tidak bisa hilang. Untungnya saya sedikit pelupa, jadi kadang saya tidak terlalu mengingat kesakitan yang saya rasakan akibat perlakuan mereka. Tapi begitu ingatan itu muncul kembali, hati saya menjadi tidak tenang lagi. Ingin sekali saya mencari perempuan ini, menjambak rambutnya, menampar mulutnya dan menyumpalnya dengan cabe supaya dia mampus (tenang ly, sabar..).
Sebenarnya saya ingin sekali memaafkan perempuan ini. Karena perasaan dendam ini membuat hidup saya tidak damai. Tapi kenapa rasanya sulit sekali. Pengen ikhlas dengan semua kejadian-kejadian tidak enak dimasa lalu. Bagaimana caranya yah??
Friday, January 6, 2012
suatu hari di perusahaan x (sebuah kisah nyata)
Sebenarnya cerita ini sudah pernah saya posting di notes fb saya. Mumpung lagi semangat ngeblog, apapun saya posting sajalah diblog ini, biar agak-agak rame gt :P)
untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, nama-nama pelaku disamarkan
Kejadian ini terjadi di sebuah perusahaan X. Pada suatu hari seorang pegawai yang kebetulan roll cable yang ada di kamar kos teman-nya sedang rusak, meminjam roll cable properti kantor atas seizin dan sepengetahuan si boss. Perlu diketahui roll cable tersebut dipasang/tertancap di colokan yang ada di sebelah meja sang boss. Kita sebut saja pegawai ini bernama A. Setelah pulang kantor si A tentu saja memboyong kabel tersebut untuk digunakan.
Singkat cerita, keesokan harinya ketika si A baru saja tiba di kantor, sang boss segera menghampirinya menanyakan roll cable dan berikut dialog yang terjadi
Boss: A..A..kamu bawa roll cable yang dipinjam kemaren ga?
A: Waduh pak, saya kelupaan ni
Boss: Lho, gmn sih, saya kan jadi ga bisa kerja
A: Ga bisa kerja gimana pak?
Boss: Saya ga bisa nyalain laptop donk
A: Lho pak, bukannya disebelah meja bapak ada colokan listrik, ada 4 pulak
Boss: Iya saya tau ada colokan listrik, tapi sumber arusnya dari mana??
---TETTTT TOTTT---
Saudara-saudara sekalian, bisa menangkap inti dari pembicaraan diatas?
Ternyata sang boss mungkin seumur hidupnya mengira bahwa roll cable merupakankan sumber listrik, dohhh!!
[tak lama kemudian]
A: %$!@%^*)(*&^% (dgn suara disabar2in) Duh pak, bapak coba dulu nyolokin ke colokan yang ada disebelah meja bapak.
Boss: emangnya bisa yah? (sambil mencoba menancapkan kabel laptop ke colokan listrik disamping mejanya)
dan si A pun berlalu menuju meja nya sambil menahan kesal, dan tak lama kemudian terdengar bunyi siul siulan dari meja si Boss nan HODOB bin TOLIL
untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, nama-nama pelaku disamarkan
Kejadian ini terjadi di sebuah perusahaan X. Pada suatu hari seorang pegawai yang kebetulan roll cable yang ada di kamar kos teman-nya sedang rusak, meminjam roll cable properti kantor atas seizin dan sepengetahuan si boss. Perlu diketahui roll cable tersebut dipasang/tertancap di colokan yang ada di sebelah meja sang boss. Kita sebut saja pegawai ini bernama A. Setelah pulang kantor si A tentu saja memboyong kabel tersebut untuk digunakan.
Singkat cerita, keesokan harinya ketika si A baru saja tiba di kantor, sang boss segera menghampirinya menanyakan roll cable dan berikut dialog yang terjadi
Boss: A..A..kamu bawa roll cable yang dipinjam kemaren ga?
A: Waduh pak, saya kelupaan ni
Boss: Lho, gmn sih, saya kan jadi ga bisa kerja
A: Ga bisa kerja gimana pak?
Boss: Saya ga bisa nyalain laptop donk
A: Lho pak, bukannya disebelah meja bapak ada colokan listrik, ada 4 pulak
Boss: Iya saya tau ada colokan listrik, tapi sumber arusnya dari mana??
---TETTTT TOTTT---
Saudara-saudara sekalian, bisa menangkap inti dari pembicaraan diatas?
Ternyata sang boss mungkin seumur hidupnya mengira bahwa roll cable merupakankan sumber listrik, dohhh!!
[tak lama kemudian]
A: %$!@%^*)(*&^% (dgn suara disabar2in) Duh pak, bapak coba dulu nyolokin ke colokan yang ada disebelah meja bapak.
Boss: emangnya bisa yah? (sambil mencoba menancapkan kabel laptop ke colokan listrik disamping mejanya)
dan si A pun berlalu menuju meja nya sambil menahan kesal, dan tak lama kemudian terdengar bunyi siul siulan dari meja si Boss nan HODOB bin TOLIL
Subscribe to:
Posts (Atom)